Lelah, penat
dan sumpek ; Hampir tak ada kebahagiaan yang kurasakan walau cita – cita dan
perjuangan ini telah mencapai titik kebahagiaannya. Berada ditengah keadaan
yang tak memberikan secercah kekuatan ini membuatku seakan – akan sedang
terlelap dalam selimut kebahagiaan palsu.
Aku ingin
dunia yang damai, aku ingin dunia yang aman dan aku ingin memandang dunia tanpa
persaingan – persaingan, yang diwarnai oleh segala intrik – intrik yang
tak memandang dunia dan isinya sebagai satu kesatuan yang harus dihargai, dan
tentunya dengan tindakan – tindakan yang semestinya tak melanggar nilai – nilai
kemanusiaan.
Tapi ternyata
tidak, kenyataan tentang semua itu hanya ada dalam mimpi. Karena disini yang ku
saksikan adalah, tidak sedikit yang mencoba menciptakan ketenangan dalam
ancaman dan pertentangan, hingga setiap sahabat yang kutemui tak menemukan lagi
satu pun sudut dimana mereka harus tenang dan tak mempersoalkan kekacauan yang
sedang dilakukan oleh manusia – manusia yang tak dapat menerima ketidakmampuan
dirinya. Arrrggghhh.. Manusia – manusia ini memang penuh dengan minat – minat
vulgar.
Atas nama
keamanan, atas nama stabilitas, atas nama kenyamanan, atas nama kedamaian, atas
nama Tuhan dan semua Malaikat. Dan kemudian demi semua keyakinan yang tertunda disaingi kiamat dan
bagi semua pembantaian disetiap jengkal sejarah yang ku tutup rapat, tak ada
yang lebih totaliter dari pada sekumpulan saudagar, preman dan aparat. WAKTUNYA
MERAPAT KAWAN !!! (Tapi maaf kawan, disudut malam ini, aku masi lelah, penat, dan sumpek... ).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar