Kamis, 28 Juni 2012

"Terlelap Dalam Selimut Kebahagiaan Palsu"




Lelah, penat dan sumpek ; Hampir tak ada kebahagiaan yang kurasakan walau cita – cita dan perjuangan ini telah mencapai titik kebahagiaannya. Berada ditengah keadaan yang tak memberikan secercah kekuatan ini membuatku seakan – akan sedang terlelap dalam selimut kebahagiaan palsu.
Aku ingin dunia yang damai, aku ingin dunia yang aman dan aku ingin memandang dunia tanpa persaingan – persaingan, yang diwarnai oleh segala intrik – intrik yang tak memandang dunia dan isinya sebagai satu kesatuan yang harus dihargai, dan tentunya dengan tindakan – tindakan yang semestinya tak melanggar nilai – nilai kemanusiaan.
Tapi ternyata tidak, kenyataan tentang semua itu hanya ada dalam mimpi. Karena disini yang ku saksikan adalah, tidak sedikit yang mencoba menciptakan ketenangan dalam ancaman dan pertentangan, hingga setiap sahabat yang kutemui tak menemukan lagi satu pun sudut dimana mereka harus tenang dan tak mempersoalkan kekacauan yang sedang dilakukan oleh manusia – manusia yang tak dapat menerima ketidakmampuan dirinya. Arrrggghhh.. Manusia – manusia ini memang penuh dengan minat – minat vulgar.
Atas nama keamanan, atas nama stabilitas, atas nama kenyamanan, atas nama kedamaian, atas nama Tuhan dan semua Malaikat. Dan kemudian demi semua  keyakinan yang tertunda disaingi kiamat dan bagi semua pembantaian disetiap jengkal sejarah yang ku tutup rapat, tak ada yang lebih totaliter dari pada sekumpulan saudagar, preman dan aparat. WAKTUNYA MERAPAT KAWAN !!! (Tapi maaf kawan, disudut malam ini, aku masi lelah, penat, dan sumpek... ).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar