Senin, 25 Juni 2012

DIRIKU, IMANKU, KUTEMUKAN DALAM KEBEBASAN

Kuawali dengan pertanyaan, “Apakah aku terlalu kafir untuk dikatakan sebagai orang yang beriman?” .
Mereka ; Kebanyakan dari teman – temanku kerap bertanya tentang eksistensi keimananku. Namun, terlepas dari semua penilaian mereka tentangku dan tentang eksistensi keimananku. Aku meyakini suatu hal dalam hidup ini, yaitu bahwa keberadaan sesuatu, apapun itu, semuanya berasal dari satu titik dan semuanya akan kembali pada titik tersebut. Anda mau percaya atau tidak, yang jelas, bagiku ini adalah sebuah tahapan pembuktian sikap tentang keperibadian dan eksistensi keperyaan atau keimananku. Apa yang diragukan lagi ?
Apakah hanya karena perbedaan cara dan mekanisme dalam prosesnya, kalian lantas bebas memberi penilaian terhadap diriku ? Kalau seperti itu, akan kukatakan dengan jujur bahwa kalian adalah individu – individu kolot yang tak tahu siapa Tuhan dan siapa dirimu sendiri ? dan yang perlu kalian tahu adalah, “Akupun bisa seperti kalian, yang bebas memberikan penilaian dengan konsep bebas nilai, tapi sayang aku tak tertarik untuk menilai urusan vertical kalian, karena setinggi apapun penilaianku untuk urusan yang satu ini, tidak akan pernah ada kesimpulan atau jawaban yang utuh. Dan kutegaskan bahwa yang berhak melakukan penilaian ini levelnya jauh lebih tinggi dan tak ada satupun mahkluk yang mampu mencapainya.
Untuk itu atas dasar kesimpulan tadi, aku meyakini suatu hal, “Bahwa individu yang bebas dalam proses pencariannya, dalam artian tidak dogmatis, tidak terkekang dan dan terpenjara oleh aturan – aturan main yang sudah ditetapkan sebelumnya, bukan berarti tidak memungkinkan  bahwa dia akan menemukan dirinya sendiri dan pasti akan terjadi evolusi keimanan dalam dirinya sendiri pada proses pencarian tersebut”.
Soal kembali ketitik awal adalah soal cara kita masing – masing dalam menjalani prosesnya. Dan sampai kapanpun logika akan selalu relative dan tidak akan pernah mampu mendeskripsikan kemungkinan untuk menjadi suatu kepastian absolute.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar