Mozaik ;
Dalam banyak hal aku suka mozaik. Mozaik itu beda-beda bentuk, warna,
dan tekstur. Tapi jika ia dilihat dari sudut dan jarak yang tepat maka
ia akan menjadi satu kesatuan yang indah. Sama seperti Bangsa ini, beda
- beda suku, agama, status sosial, kemudian ada perkampungan, pedesaan
dan ada juga perkotaan. Tapi jika dilihat dari sudut dan jarak yang
tepat, maka ia juga akan terlihat menjadi suatu kesatuan yang sangat
indah.
Tapi jika diibaratkan mozaik tadi, kondisi Bangsa ini tak seindah pendeskripsian kita tentang Mozaik tadi. Berbagai macam perbedaan yang seharusnya bisa nyaman seperti saat kita melihat mozaik tadi, telah berubah menjadi ancaman yang terus melahirkan perdebatan - perdebatan yang selalu berujung pada kekacauan yang seharusnya tak terjadi. Semakin lama persoalan ini semakin menyebar dan mulai menancapkan akarnya dimana-mana.
Hal semacam ini tak bisa kita biarkan begitu saja, karena jika kita biarkan begini terus, maka jelas akan semakin banyak pihak yang dirugikan.
Dengan berbagai macam persoalan ini, aku masih optimis, bahwa masi banyak sela dan lini yang dapat dilalui untuk memperbaiki keadaan ini, karena aku melihat masi ada banyak sekali potensi yang dapat dimaksimalkan untuk dapat duduk ditempat dan jarak yang tepat, agar mozaik tadi dapat tetap terlihat indah.
Terkadang aku mikir bahwa bangsa ini mungkin membutuhkan refitalisasi, restorasi, atau pun Revolusi untuk menuju sebuah perubahan yang fundamental. Tapi tetap, bahwa semua agenda - agenda itu harus mampu ditangani secara sensitif agar segala potensi yang ada dapat dimaksimalkan sebagaimana mestinya. Pertanyaannya kemudian adalah mampukah kita ?
Tapi jika diibaratkan mozaik tadi, kondisi Bangsa ini tak seindah pendeskripsian kita tentang Mozaik tadi. Berbagai macam perbedaan yang seharusnya bisa nyaman seperti saat kita melihat mozaik tadi, telah berubah menjadi ancaman yang terus melahirkan perdebatan - perdebatan yang selalu berujung pada kekacauan yang seharusnya tak terjadi. Semakin lama persoalan ini semakin menyebar dan mulai menancapkan akarnya dimana-mana.
Hal semacam ini tak bisa kita biarkan begitu saja, karena jika kita biarkan begini terus, maka jelas akan semakin banyak pihak yang dirugikan.
Dengan berbagai macam persoalan ini, aku masih optimis, bahwa masi banyak sela dan lini yang dapat dilalui untuk memperbaiki keadaan ini, karena aku melihat masi ada banyak sekali potensi yang dapat dimaksimalkan untuk dapat duduk ditempat dan jarak yang tepat, agar mozaik tadi dapat tetap terlihat indah.
Terkadang aku mikir bahwa bangsa ini mungkin membutuhkan refitalisasi, restorasi, atau pun Revolusi untuk menuju sebuah perubahan yang fundamental. Tapi tetap, bahwa semua agenda - agenda itu harus mampu ditangani secara sensitif agar segala potensi yang ada dapat dimaksimalkan sebagaimana mestinya. Pertanyaannya kemudian adalah mampukah kita ?
Mozaik, aku suka mozaik..:)
Indonesia, aku cinta Negri Ini..:)
Tapi bisah kah, Mozaik itu adalah Indonesia.?
Indonesia, aku cinta Negri Ini..:)
Tapi bisah kah, Mozaik itu adalah Indonesia.?
“Aku punya mimpi; Suatu hari nanti Bangsa ini akan berubah menjadi mozaik terindah di Dunia, dan sepanjang Zaman”

