Sabtu, 28 Juli 2012

I Love My Family :)

Bagi ku definisi dan esensi keluarga melampaui klasifikasi sempit biologis dan antropologis. Keluarga tidak melulu urusan hubungan darah dan hubungan kekerabatan. Bagiku Keluarga lebih dari semua ini. 
Bagi Ku, keluarga adalah saat Bapak memarahi kami, anak-anak yang membangkong alias bangun ksiangan. Keluarga adalah saat aku  tertawa melihat Mega dan Ayu berantem dengan sengitnya dan kabur ketika mama memarahiku karena asik nertawain mereka. Keluarga adalah saat Bapak dan mama kelabakan bayar kuliahku, seraya pura-pura tenang-tenang saja. Keluarga adalah saat mama nggak habis-habisan ngomel, sementara Rizal dan Fajar sudah pengen lari dan tak tahan mendengar suara kawan - kawannya yang asik bermain disungai. Keluarga adalah saat Aku gak percaya kalau Mega bisa masak. Keluarga adalah saat Ayu marah-marah gara - gara Aku dan Mega membicarakannya sambil meniru gerak - geriknya ketika sedang marah. Keluarga adalah Saat pagi - pagi Buta, Rizal dan Ayu Rebutan Kamar Mandi. Keluarga adalah Saat Rizal dan mama jengkel ngeliat Fajar yang selalu males - malesan dan baru buru - buru mandi ketika kurang 10 menit lagi Lonceng Sekolahnya berbunyi. Keluarga adalah saat mama dan Bapak rebutan remot Tv.  Keluarga adalah saat kami semua hanya bisa diam dan berdoa ketika mendengar/melihat Bapak dan mama bertengkar. Keluarga adalah saat kami bahagia ketika Bapak dan Mama tidak bertengkar lagi. Keluarga adalah saat Ayu meneteskan air mata di Bandara Juanda karena melihatku berpakaian lusuh, kumus-kumus, rambut acak - acakan, kurus dan ga terurus, (setelah sekian lama tak kami bertemu). Keluarga adalah saat Bapak marah karena aku selalu pulang malam dan jarang dirumah. Keluarga adalah saat mama menangis didepan TV karena mendengar dan melihatku ketangkap dan digebukin polisi ketika berdemonstrasi. Keluarga adalah saat kami berjauhan, kemudian kami merindukan satu sama lain. Keluarga adalah saat aku sibuk dengan berbagai macam kegiatanku hingga ternyata aku lupa bilang: Selamat Pagi, Siang kemudian Selamat malam pada mereka.. :(
Bagiku, Keluarga adalah segalanya. Keluarga adalah pencetak sejarah yang indah dan takkan pernah terlupakan. Kusimpan, Kudekap dan Kupahat semua kisah ini dalam benakku, untuk hari ini, dan selamanya.
Tak ada batas pemisah walau jarak telah membuktikan bahwa ia mampu menjauhkan kita. 
I love u Mom, 
Ilove u Pap,
I love u Brotther, 
I love u Sister...


Jumat, 27 Juli 2012

Fuck For To Day !!!

Hari ini tak seindah hari - hari kemarin. Hari ini bener - bener hari yang sangat menyebalkan buat aku. banyak persoalan yang tak pernah kupikirkan sebelumnya terjadi begitu saja, rasa - rasanya ingin berteriak dan memukuli setiap orang yang menyebalkan itu. Tak selera memandang siapapun dan ga berdaya untuk melakukan apapun...argghhhh.."Fuck for to day..!!".
Kepada semua malaikat dan Tuhannya aku ingin mengatakan, JANGAN BERI AKU KESEMPATAN MENIKMATI HARI - HARI SEPERTI INI LAGI.!!! sunggu - sungguh sangat tidak nikmat Tuhaaannnn... :( 
Aku bukannya tidak sadar bahwa setiap insan membutuhkan pengalaman untuk merasa jatuh, kalut atau kalah sebagai modal untuk bangkit dan tidak mengulanginya lagi. Tapi pertanyaan - pertanyaan logika atas segala realitas yang sama sekali tak bersahabat seperti ini, sama sekali tak bisa bikin jiwa dapat menerimanya begitu saja. "Ini tidak Adil, Ini gak Bener, Aku merasa mampu lebih baik dari itu !!". Aku Bisaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..!!!
Hari ini adalah hari dimana dendam kepada mereka - mereka yang terlibat dalam persoalan ini memuncak hingga keubun - ubun tempurung kepalaku. Dan dimulai pada hari ini, ku berjanji pada diri sendiri untuk membuktikan pada kalian, bahwa tak akan berhasil usaha - usaha kalian membunuhku dengan cara seperti ini. Dan terima kasih pada kalian karena telah memberiku satu lagi suplemen untuk bangkit dan melawan segala bentuk ketidak adilan hidup yang coba kalian ciptakan sendiri.!!!


Minggu, 22 Juli 2012

"Politik Macam apa yang sedang Dilakoni?"

Dalam politik, bergabung dengan musuh sudah biasa. Bukankah Stalin bergandengan tangan dengan Sekutu untuk menghadang Hitler yang fasis pada Perang Dunia II? Tapi, politik macam apa yang sedang dilakoni dengan berpeluk erat dengan musuh idiologinya ?
Bukankah Mao satu barisan dengan Chiang Kai-sek menghadang Jepang? dan, bukankah Amir Syarifudin menerima uang dari Belanda untuk biaya gerakan bawah tanah melawan Jepang? Tapi sekali lagi politik macam apa yang sedang dilakoni dengan mendukung penjajah yang telah membuat ibu kehilangan anaknya, istri menjadi janda, dan anak kehilangan bapaknya ?
Mari kita menengok ke Durna. Politik merupakan arena perang. Bratayuda contoh perang yang ideal. Segalanya bisa dilakukan. Durna tak terkalahkan dalam perang saudara itu. Pandawa tak berani menghadapi Sang Guru. Kresna tampil menyusun muslihat. Bima diperintahkan membunuh gajah yang mempunyai nama sama dengan putra Durna: Aswatana. Pura-pura mensyukuri kematian itu, Pandawa beteriak girang: "Aswatana mati! Aswatana mati!"
Durna setengah percaya setengah tidak mendengar teriakan itu. Ia berpaling pada Yudhistira. Ia yakin Yudhistira selalu jujur. Digiring paksa oleh Kresna, Yudhistira dengan berat hati berdusta. Durna lunglai. Saat seperti itu Drestajumena menebas lehernya. Durna pun menemui ajal nya.
Dalam keadaan seperti sekarang ini, anggap saja langkah mendukung atau bergandengan dengan musuh merupakan muslihat Kresna membunuh Durna. Bisa juga langkah terpaksa Yudhistira demi mewujudkan cita - cita bersama. Dikaitkan dengan cerita diatas, sekarang semuanya tergantung sentuhan kita, apakah kita ingin menjadi Panji Tengkorak yang sedang menyeret-nyeret peti mati yang didalamnya terbaring jasad kaku saudara - saudara kita yang tertembak timah panas dan hilang entah kemana, sembari menggandeng dengan mesra mereka yang dulunya bertindak sebagai tokoh utama dalam membasmi gerakan - gerakan kita ? atau kita tetap berdiri dan konsisten menjaga manifesto politik yang peranah dibangun dengan dara dan air mata ? 
Saat - saat seperti ini, politik ibarat barang yang paling kotor. Sekarang pilihannya cuman dua, Tergilas atau Digilas. Dan saat ini yang paling penting untuk kita simak baik - baik adalah, jawaban atas pertanyaan, "Politik Macam apa yang sedang Dilakoni?".

SEJARAH Vs MANUSIA

Sejarah bukanlah apa-apa, ia tidak memiliki kekayaan berlimpah, ia tidak  terlibat dalam peperangan. Manusialah yang nyata, yang hidup, dan yang melakukan itu semua, serta yang memiliki benda-benda dan berperang satu sama lain. Sejarah bukanlah apa-apa, melainkan aktivitas manusia untuk mengejar tujuan akhir mereka.
Manusia membuat sejarahnya sendiri, tapi mereka tidak membuat sejarahnya itu berdasarkan apa yang mereka inginkan; mereka tidak membuatnya di bawah kondisi-kondisi yang mereka tentukan sendiri, tetapi di bawah kondisi-kondisi yang secara langsung mereka temui, terima, dan warisi dari masa lalu.

Jumat, 20 Juli 2012

Selamat Berpuasa .. :)

Dalam banyak hal, bagiku dunia ini ibarat permainan, banyak yang bermegah-megah dengan bangunan dan berbangga-bangga dengan kekayaan, lantas lupa bahwa semua itu dapat melalaikan. Mungkin mereka lupa bahwa manusia hanyalah pengembara, saat mati hartanya tak akan dibawa. Kata  pak ustad "Hanya amal-saleh yang ikut serta, semua yang ada disisi manusia akan sirna dan yang ada di sisi Allah akan abadi selamanya.Untuk itulah puasa kemudian mengambil jarak dengan dunia, agar manusia tidak jadi budaknya.
Hari ini, Sabtu 21 Juli 2012, Resmi warga negara Indonesia yang beragama islam mulai menunaikan ibadah puasa, tak terkecuali aku pribadi, yang diragukan banyak orang akan puasa..wkwkwkwkwkw :D
Selamat Berpuasa kawan - kawaaann... Semoga puasaku, puasamu dan semua ibadah kita diterima  oleh ALLAH SWT, mari kita laksanakan ibadah puasa 1433H ini dengan penuh semangat dan kekompakan. Jangan pas buka-nya aja yaa yang kompak..wkwkwkw :D.

Satu bulan kedepan, jangan liat jam mulu yaaa... wkwkwkkwkw :D

Terperangkap Dalam Gelap


     Akhir – akhir ini aku merasa hidupku terlalu keras, capek rasanya tetap berdiri dijalur ini. Setiap saat pertanyaan menghampiri ibarat Ratusan Ribu Bom yang dijatuhkan Sekutu di Perang Dunia II Pada Negeri Sakura. Aku kemudian memaksa jutaan komponen pembentuk pikiranku untuk memahami konsekwensi dari setiap jawaban, kemudian membuktikan bahwa sebuah jawaban akan selalu menyembunyikan beberapa pertanyaan baru. Dan pertanyaan – pertanyaan baru tersebut memiliki pasangan sejumlah jawaban yang kembali akan membawa pertanyaan baru dalam eksponensial. Konsekuensi – konsekuensi itu aku temui dalam jalur – jalur seperti labirin, jalur yang jauh menjalar – jalar, jalur yang tak dikenal di lokus – lokus antah berantah, dan tak kutemukan ujungnya. Sehingga terkadang dalam tak sadar, aku ternyata sedang mengarungi jalur pemikiran ini, tersesat jauh didalamnya, sendirian.
      Namun semakin jauh aku berjalan dan mengetahui banyak hal, Godaan – godaan besar bersemayam di dalam kepala ku. Di dalamnya gaduh karena penuh dengan skeptisisme. Jika satu persoalan selesai, aku selalu merasa tidak puas. Tak jarang aku mengutuk diriku sendiri, karena tidak mampu lebih dari itu. Aku seakan – akan berdiri dalam gelap, sehingga aku merasa bisa melihat sesuatu yang tak bisa dilihat orang lain. Tapi satu hal yang sangat menyebalkan bagiku adalah, tak banyak yang bisa memahami lingkunganku, aku sekan – akan terperangkap dalam kegelapan itu. Sendiri, Terkucilkan, tak berteman, dan sesekali aku berteriak putus asah memohon perhatian. Tapi tetap tak ada yang peduli, sehingga tak jarang ku akhiri semuanya di sebuah kamar berukuran 2x3 dan musik kelasik yang terdengar begitu merdu, itulah ruang perapian kejiwaanku jika tak ada lagi yang peduli.

“ISLAM AGAMAKU, BUKAN NEGARAKU”


Agama merupakan urusan masing – masing individu. Agama tidak boleh masuk dalam urusan politik, karena jika agama masuk dalam urusan politik akan bisa menjadi fasisme gaya baru, sehingga tidak bisa demokratis. Saya pernah membaca sebuah artikel milik Bung Karno yang berjudul “Apa Sebab Turki Memisahkan Agama Dari Negara”. Dalam artikelnya tersebut beliau mengatakan bahwa “Manakala agama dipakai buat memerintah, ia selalu dipakai sebagai alat penghukum ditangannya raja – raja, orang – orang zalim dan orang – orang tangan besi. Dan manakala zaman modern memisahkan urusan dunia daripada urusan spiritual, maka ia telah menyelamatkan dunia dari banyak kebejatan, dan ia secara otomatis telah memberikan singgasana yang maha kuat bagi agama didalam Qalbunya. Dan seorang mantan pemimpin Turki yaitu Kamal Ataturk juga pernah berkata Bahwa “ saya memerdekakan agama islam dari ikatannya negara, agar supaya agama Islam buakan tinggal agama yang memutarkan tasbih didalam masjid saja, tetapi akan menjadi suatu gerakan yang membawa kepada Perjuangan, dan saya tidak ingin agama dijadikan perkakas dalam keperluan – keperluan politik serta saya tidak ingin pemerintah campur tangan didalam bagian – bagian yang paling suci dari hak – hak manusia dalam agama”.
Memang barangkali sudah boleh dikatakan secara adil bahawa maksud dari pemimpin – pemimpin besar tersebut, bukanlah maksud – maksud jahat yang akan menindas agama Islam, merugikan agama Islam, atau mendurhakai agama Islam, tetapi justru ingin dan akan menyuburkan agama Islam itu, atau setidaknya memerdekakan agama Islam itu dari ikatan – ikatan yang menghalangi ia punya kesuburan, yakni ikatan – ikatannya pemegang Negara, ikatan – ikatannya pemerintah, dan ikatan – ikatannya pemegang kekuasaan yang zalim dan sempit pikiran. dan intinya yaitu “Islam dipisahkan dari Negara, agar supaya Islam merdeka, dan Negarapun merdeka. Dan agar supaya Islam berjalan sendiri, sehingga Islam subur dan Negarapun ikut subur”. Buat apa kita bangga punya Negara Islam, kalau ekonominya kocar – kacir, sosialnya kacau balau, Politiknya busuk, keagamaannya mengap – mengap. Buat apa kita bangga mempunyai “Negara Islam” kalau Negara Islam itu praktek kehidupan Internasional dan kehidupan sehari – harinya jadi pembicaraan orang, tertawaan orang, dan jadi cemoohan orang. Bukankah itu benar.???
Oleh karena itu, bagi saya sudah saatnya kita tidak mencampur adukkan agama dengan Negara agar dua – duanya subur. Bagi saya, jika kita mau menjadi orang yang beragama, kita harus mengabdikan diri untuk kepentingan masyarakat. Pada syariat saya menemukan bagaimana sebenarnya agama sudah seharusnya diabadikan pada kepentingan kemanusiaan bukan Negara.
Dengan menyaksikan segala realitas yang terjadi dewasa ini, saya sempat menemukan beberapa orang bahkan organisasi maupun klompok – kelompok lain dalam masyarakat yang tidak menerima pendapat – pendapat semacam ini, bahkan wajah ini pernah mendapat Justifikasi “Kafir, tak bertuhan dan tak beragama”. Selain itu sesekali ada yang mempertanyakan eksistensi keimanan ku.  Hidup dinegara seperti ini memang sangat membingungkan, mengklime diri sebagai Negara Demokrasi, tapi memotong lidah orang – orang yang memiliki pendapat berbeda dari mayoritas yang lain.
Rasa – rasanya tak ada untungnya berdebat panjang lebar dengan mereka, dengan segala pertanyaan sekaligus pernyataan mereka tentangku, Aku hanya ingin mengatakan pada mereka bahwa, inilah bukti pengabdian saya kepada Tuhan,  bukti saya tunduk, bukti saya menyerahkan diri pada Tuhan “Inna Sholati Wa Nusuki Wa  Mahyaya Wa  Mamati  Lillahi Rabbil Alamin”. Disinilah saya menemukan diri sebagai seorang yang religius. Meski tidak harus menggunakan bendera Islam. Saya memegang esensi dari ajaran Islam.
Dalam banyak hal, Saya skeptis terhadap orang yang membawa bendera Islam, tak terkecuali para tokoh-tokoh agama maupun para ustad-ustad yang berjalan dari masjid – kemasjid kemudian tak sedikitpun menyentuh lapisan bawah masyarakat yang sejatinya memerlukan siraman – siraman rohani bahkan sebuah kitab sucih (Al-Quran) yang mungkin tidak mampu mereka miliki. Menurut saya, mereka (Para Ahli Agama & Golongan apapun yang mengaku sebagai pengawal moral Islam) hanya memakai islam sebagai tunggangan untuk kepentingannya sendiri. Kalau memang mereka benar – benar memperjuangkan Islam, maka seharusnya mereka membela buruh, dan membela petani dan kaum miskin lainnya dimanapun mereka berada. Karena mayoritas umat Islam itu ada disana. Bukannya memakai bendera Islam, tetapi kerjanya ngumpulin kekayaan untuk diri sendiri atau memukuli dan menghakimi orang lain atau golongan apapun dengan alasan aqidah maupun syariat Agama. (Bukankah kita memang diciptakan berbeda - beda agar saling mengenal satu sama lain, yang tentunya sangat diharamkan untuk saling Menzalimi atau menciptakan keresahan dimana - mana). "Sebaiknya, kita semua perlu banyak - banyak belajar bagaimana memaknai perbedaan dan kenapa perbedaan itu diciptakan, agar kita tahu siapa diri kita, dan mampu memahami siapa mereka (yang berbeda dengan kita)".

“Saya ingin kalau keluarga saya enak, hal yang sama juga harus dirasakan oleh semua rakyat Indonesia. kalau keluarga saya bahagia sementara ribuan keluarga lainnya tidak  bahagia, maka saya bukan Muslim sejati.

SAAT GERAKAN MAHASISWA DIKATAKAN SEBAGAI GERAKAN MORAL


“Idiot Mana yang Coba Definisikan Moral”

Dalam beberapa catatan sempat saya katakana bahwa Mahasiswa dan Gerakannya, pada dasarnya selama ini mempunyai peran penting. Dalam beberapa momentum perubahan di negeri ini, Mahasiswa selalu muncul sebagai pelopor. Fakta – fakta tersebut dapat kita lihat dalam kaca mata sejarah tentang kepeloporan mahasiswa dalam melakukan perjuangan - perjuangan secara teroganisir. Sebelum Indonesia merdeka merdeka misalnya, marak didirikan study-study club. Awalnya memang hanya diskusi-diskudi tentang kondisi Indonesia pada waktu itu. Namun lama-kelamaan gerakan mahasiswa berubah menjadi gerakan politik. Pembicaraan mereka sudah sampai pada bagaiman cara untuk mengusir Imperialisme Belanda pada waktu itu. Begitu juga peranan mahasiswa tahun 1966, 1974, 1978, dan yang terakhir 1998 yang mempelopori penggulingan rezim Soeharto. Kepeloporan mahasiswa bukan muncul begitu saja. Mahasiswa sebagai kelompok elit mempunyai akses yang luas. Dengan akses yang dimiliki mereka bisa lebih maju dari kelompok rakyat yang lain. Hal ini memang agak berbeda dengan negara-negara lain yang sudah maju. Di negara maju, semua sektor rakyat sudah bisa menerima akses yang sama sehinggak kesenjangan informasi tak lagi menjadi persoalan dalam perjuangan – perjuangan mereka, hal tersebut dikarenakan ruang demokrasi sudah terbuka luas.
Berbagai pengalaman sejarah diatas melahirkan pertanyaan yang cukup membuat tempurung kepala saya kocar – kacir dalam memposisikan letak gerakan mahasiswa sebagai bagian dari eksistensi atau keberadaan rakyat Indonesia dalam satu kesatuan yang utuh. “Hanya sebagai Gerakan Moral Kah dia ? atau Konsisten Mengantarkan rakyat pada cita – cita pembebasan dan kemerdekaan yang sesungguhnya ?”.
Jika kita simak lebih jauh, berbicara soal gerakan mahasiswa sama halnya dengan berbicara tetntang heroisme dan perjuangan – perjuangan yang sifatnya sporadis/sementara. Angkatan 66, 74, 78, dan 98 semua punya sejarah yang berbeda namun disatukan oleh cita – cita yang sama, dan sebagai hasilnya gerakan – gerakan yang dilakukan tidak dalam kerangka berfikir dan perspektif yang jelas, sehingga banyak elit mahasiswa yang kemudian ikut memegang kekuasaan yang akhirnya menjadi kekuasaan KORUP. Hal ini tetu saja sangat menunjukkan esksistensi gerakan dan mayoritas mahasiswa menjadi pihak yang berjuang dengan sia-sia. Seperti yang telah saya sebutkan diatas, tokoh-tokoh gerakan mahasiswa banyak yang bergabung dalam kekuasaan korup sehingga banyak yang kemudian menjadi oportunis, sederetan nama yang dulunya  membela rakyat berubah menjadi pendukung rezim yang diktator. Mereka tinggalkan komitmen perjuanagn demi setangkup kekuasaan. Contohnya salah satu tokoh gerakan 74, “Hariman Siregar”, yang selam rezim Soeharto telah berhasil menjauh dari kekuasaan tapi begitu Habibie naik, dia kemudian rela menjual idealismenya dengan masuk dalam parlemen dari partai GOLKAR, yang dulunya juga menjadi sokoguru kekuasaan orde baru.
Berbagai peristiwa sejarah yang telah dicetak oleh gerakan mahasiswa ini, mengantarkan saya pada analisa bahwa hingga detik ini, Gerakan Mahasiswa belum mempunyai persepektif yang jelas. Sehingga akibatnya gerakan – gerakan perlawanan yang dilakukan masih terkesan spontan walaupun mereka sudah membuat wadah-wadah perjuangan. Dan diluar itu, dalam banyak hal juga tidak lepas dari pengaruh banyak pihak yang memandang sinis terhadap gerakan mahasiswa, terutama tokoh-tokoh yang pro kemapanan. Mereka mengatakan bahwa gerakan mahasiswa hanya bisa membongkar tapi tak mampu membangun kembali. Ini merupakan hantaman besar terhadap kondisi psikologis mahasiswa yang sejatinya selalu bimbang dan ragu. Selain itu Minimnya persepektif tentang arah dan tujuan gerakan yang dibangun akhirnya membawa gerakan mahasiswa terfokus pada konsep bahwa gerakan mahasiswa adalah gerakan moral, Seperti yang dituliskan Soe Hok Gie dalam catatan hariannya, yang kemudian menjadi bacaan wajib para mahasiswa, sehingga tidak heran jika para aktivis gerakan mahasiswa kemudian menganggap dirinya “Coboy” yang datang saat ada penjahat dan pergi setelah membasminya. Sangat dangkal dan miskin literature. Gerakan – gerakan yang dibangun terlihat sangat ekslusif seakan – akan memasang gap dan jauh dari sector – sector rakyat yang lain.
Gerakan mahasiswa Indonesia dapat belajar dari gerakan mahasiswa Paris pada tahun 1968, aliansi mahasiswa dan buruh dengan tuntutan pergantian pemerintahan de gauelle yang otoriter, ratusan ribu mahasiwa menduduki kampus dan ratusan ribu buruh menduduki pabrik, aliansi yang dibangun oleh kerendahan hati dan berdasarkan kesadaran sejati ini cukup merepotkan penguasa dan tentara. Contoh lain juga dapat kita lihat pada gerakan mahaiswa di korea yang tak segan mengajak buruh-buruh atau masyarkat miskin aksi didalam kampus atau tak segan aksi keluar kampus untuk mendukung mereka. “Kesombongan dan kecongkakan Gerakan Mahasiswa harus segera dipangkas”.

Segala persoalan Ini merupakan tantangan bagi gerakan mahasiswa kedepan. Untuk itu mahasiswa harus membuktikan bahwa gerakan mahasiswa tak hanya bisa berteriak-teriak, tapi juga telah mempunyai konsep yang jelas tentang perubahan negara ini. Kesadaran sejati Rakyat harus dibangun, bukan malah berlagak sebagai Agent Of Change, Pemimpin Pembebasan atau Coboy yang datang saat ada penjahat kemudian pergi setelah membasminya (Sombong bgd). Dengan kerendahan hati dan melepaskan segala kesombongan bahwa mahasiswa adalah Agent of Change, Kesadaran Sejati Rakyat harus dibangun, karena hal itulah yang akan  melandasi tindakan politik massa untuk menapak ke tahap obyektif sejarahnya,  dan kesadaran sejati itulah yang dikehendaki sejarahnya. Suatu tahap sejarah tak bisa dipenjarakan oleh idealisasi  kesadaran palsu, ia akan terus menerus menuntut amnesti kesadaran sejati untuk pembebasan manusia dan alamnya. Di atas landasan sejati itulah gerakan rakyat yang dibangun, seharusnya memimpin kemenangan sejati, bukan kemenangan oportunis.
Jadi saya pikir sudah cukup jelas, jika Gerakan Mahasiswa hanya dimaknai sebagai gerakan moral akan berapa banyak kepala yang mendongak dan sangat congkak dimenara gading, kemudian siap menjadi generasinya para penjahat – penjahat intelektual yang siap membongkar esensi dari amanat penderitaan dan perjuangan rakyat. Dan akan berapa banyak lagi perjuangan – perjuangan yang akan berafiliasi dengan tangan – tangan penghianat yang kemudian hasilnya kembali diberikan pada pundak para elit atau tokoh – tokoh borjuasi yang tidak berkontradiksi langsung dengan penderitaan dan persoalan – persoalan rakyat ?
“Perjuangan harus berkesinambungan dan dipimpin oleh gerakan rakyat yang patriotic, demokratik dan terpimpin oleh kesadaran sejati”. Setiap tahap perjuang yang ditempuh harus dilihat sebagai upaya untuk merebut alat-alat perjuangan guna memaksimalkan kesadaran sejati yang dibutuhkan untuk satu tahapan sejarah baru. Bila massa tertindas masih tenggelam dalam laut kesadaran palsu maka kita adalah sebanyak-banyaknya kapal penyelamat yang akan membawanya kepantai.  Semakin kukuh dan meluas kesadaan sejati massa, maka akan sejalan dengan semakin hilangnya penindasan. Dan Bangunan kapal-kapal yang dibangun bersama rakyat adalah keksatuan struktur ideologi/teori, struktur politik, dan struktur organisasi, BERADA DITENGAH MASSA, BELAJAR, dan BERJUANG. Dan BUKAN MENGKLIME DIRI SEBAGAI AGENT OF CHANGE dan MENEMPATKAN PERJUANGAN SEBAGAI GERAKAN MORAL. Inilah yang harus dilakukan oleh Gerakan – Gerakan Mahasiswa Kedepan. 

“GERAKAN HARUS BERKESINAMBUGAN, KONSISTEN DAN MERAKYAT”

Kamis, 19 Juli 2012

I Need Balance

Morpheus : [Matrix] itu adalah dunia yang disajikan di depan matamu untuk menutupi realitas. 
Neo : Realitas apa? 
Morpheus : Realitas bahwa kau adalah seorang budak. … Kau lahir dalam keadaan terkekang dalam .. sebuah penjara bagi pikiranmu. 
Neo : Lalu?
Morpheus : Apa definisimu tentang yang nyata? Jika yang kau maksud adalah apa yang bisa kau cicipi, apa yang kau cium, yang bisa kau rasakan dan lihat, maka yang nyata hanyalah sinyal listrik yang diterjemahkan oleh otakmu. Ini dunia yang kau ketahui. (Dialog dalam Film The Matrix) 

Kubuka kebali lembaran - lembaran terdahulu dalam buku tua yang kumiliki. Kutemukan Dialog antara Neo dan Merpheus, dua orang tokoh dalam film "The Matrix". Dialog keduanya memacu segmen - segmen otakku berputar mencari jalan pengertian yang sudah kabur dalam ingatanku.
"Realitas", Mereka membicarakan Realitas, yang kemudian membuatku berpikir tetang realitas yang kualami dan kusaksikan dihadapanku. Tak Jauh beda dengan pernyataan Morpheus Pada Neo, "Bahwa Kau adalah seorang Budak, Kau lahir dalam keadaan terkekang dalam sebuah penjara bagi pikiranmu". Aku terkadang merasa terpenjara oleh pikiran ku sendiri, berkutat dalam Dialektika perkembangan Logika yang terkadang tak segan - segan menghakimi dan mengkambing hitamkan sejarah. Dan ketika tak sanggup lagi, akupun terjerat dalam pernyataan, "Inilah Dunia yang ku ketahui". 
Terlihat sangat pasrah dan seakan - akan semuanya baik - baik saja (Perfect!). Sementara aku seakan - akan melihat diriku ibarat Kaisaar Hirohito (Pimpinan Tertinggi Jepang pada Masa PD II) yang demi harga dirinya dan bangsanya, ia memerintahkan seluruh rakyatnya untuk bunuh diri sebelum ditawan atau berada ditangan sekutu, hanya karena dia dan Jepang-nya tidak pernah punya pengalaman Kalah dalam Perang dan tak tahu harus berbuat apa kedepannya, jika ia benar - benar kalah. 

I need Balance.. antara "Hati dan Pikiran"

Jumat, 13 Juli 2012

"SAPTA PITULUNGAN"


 Sebelumnya kita semua adalah orang - orang asing yang tak mengenal satu sama lain, kita adalah individu - individu yang berasal dari latar belakang sejarah dan lingkungan yang berbeda. Mungkin kita pernah saling mengamati, dan mungkin juga kita pernah saling berpapasan satu sama lain. Tapi sebelumnya tak ada yang tahu bahkan membayangkan apakah kita akan bersama seperti saat ini, bahkan hingga detik ini, tak ada yang tau pasti dan secara rijit, dapat menjelaskan seperti apa sejarah pertemuan kita.  
Jalanan, mungkin ini yang bisa sedikit mewakili awal pertemuan kita. Dijalanan kamu mulai mengenal dia, aku mulai mengenal kamu dan kamupun mengenalku. 
Saat kondisi bangsa ini begitu kacau, saat para elit politiknya saling rebutan kekuasaan, saat para senimannya saling berubut sensasi dan saat jutaan bocah - bocah kecil merintih dan berjuang hidup dengan tangan dibawah, saat kaum - kaum kecil mati terinjak - injak ketika berebut sembako dari para dermawan, dan disaat sebagian besar kaum intelektual dimenara gading hanya bisa tertawa dikantin - kantin kampusnya, dan sebagiannya lagi sibuk menjadi kutu buku yang autis dan apatis. Saat itulah Demonstrasi mulai merangkai benang - benang Chemistry diantara kita. Kau bicara soal kesejahteraan, dia bicara soal keamanan, aku bicara soal keadilan dan akhirnya Kita pun disatukan oleh garis politik yang sama.
Diskusi, diskusi, diskusi, diskusi, masi diskusi, dan akhirnya kelelahan menuntut kita mengistirahatkan diri, emosionalpun mengambil sikapnya, benang - benang yang tadinya berbeda warna dan bentuknya kemudian disatukan menjadi sebuah Baju yang sangat indah, baju itu bernama SAPTA PITULUNGAN. 
SAPTA, berasal dari bahasa Sansekerta untuk angka yang disukai banyak orang, SAPTA artinya TUJUH, sedangkan PITULUNGAN adalah sebuah kata dari bahasa Jawa yang berarti PENOLONG. Jadi, SAPTA PITULUNGAN adalah TUJUH PENOLONG. Saat dunia mengatakan bahwa hanya ada Tujuh Keajabian dunia, saat beberapa agama mengatakan ada Tujuh tingkatan atau lapisan langit, saat irama dihasilkan dari Tujuh tingkatan nada, dan saat Pelangi tercipta dengan hanya Tujuh warna. Saat itu juga kita tidak sedang merencanakan untuk menyerupai keajaiban itu. Disini, kita hanya disatukan oleh keperihatina dan diawali oleh  garis politik yang sama. Kita adalah SAPTA PITULUNGAN, itu kesepakatan kita. 
Waktu terus berjalan, bumi terus berputar pada porosnya, rotasi terus menciptakan pasang - surut air laut, dan kebersamaanpun mulai membentuk jiwa dan selalu mengontrol moral dan prilaku kita, semakin jauh, kitapun mengenal persaudaraan yang tercipta tanpa harus sedarah. Kita tak mengenal pertentangan ras seperti apa yang terjadi di Afrika Selatan, yang kita pahami dunia ini harus damai, dunia ini butuh kebersamaan agar pondasi kehidupan manusia lebih kuat dan konsep simbiosis mutualisme atau saling melengkapi satu sama lain dapat menegakkan nilai - nilai kemanusiaan, bahwa manusia adalah mahkluk sosial yang tak dapat hidup sendiri.
Irama, sesosok wanita yang selalu terlihat kuat, disiplin dan dapat dikatakan sebagai akuntan ulung Keluarga Mahasiswa UPN, beberapa orang mengatakan Itung - itungannya soal duit selalu tepat dan selalu jadi momok bagi para petinggi - petinggi Organisasi Mahasiswa di UPN, baik itu dari tingkat Jurusannya, Fakultasnya bahkan ditingkatan Universitas, tapi satu masalah klasik yang selalu bikin kita semua angkat bicara adalah urusan percintaannya. Dalam hal Percintaan sepertinya tidak terlalu sukses, bisa dikatakan selalu ribett..hehehe "Dia adalah Ibunya SAPTA PITULUNGAN".
Aldina Dewi atau Alal.. anak ini phobia dengan Kucing, dia bisa tak mengenal siapapun ketika seekor kucing menghampirinya, semua orang akan dia jadikan ayah atau ibu untuk berlindung, jika yang dia anggap sebagai momok itu tiba..ahahahaayy. Dalam hidupnya dia punya prinsip bahwa Kesederhanaan sudah lebih dari cukup dan sangat indah. seperti apa pun penilaian orang tentangnya, dengan tegas ia mengatakan IT'S ME ! JUST WANNA BE MY SELF, NOT OTHER. jika melihat wajahnya, semua orang pasti akan berkata bahwa dia anak yang manis, kelihatan begitu polos, tenang dan penuh kesabaran, itulah gambaran umum seorang Alal..wkwkwkw :D
Zayyin, wajahnya sedikit mirip dengan seorang aktor Bolywood asal India..wkwkwk :D anak ini selalu kelihatan tegas dan sangat keras, tapi tak banyak yang tahu kalau hatinya Pink..wkwkkw :D, Pernah menjabat sebagai Presbem FH UPN kemudian dituduh korupsi 1 juta rupiah...(wkwkwkwk dikit bangett korupnya..hahaha) sekarang dia duduk sebagai Presbem Universitas. Diantara kita, dapat dikatakan dia yang paling tau soal agama dan paling setia dengan kekasihnya...hehehe
Hussein Ahdyar, tak banyak yang bisa dijabarkan dari orang yang satu ini, dikatakan pendiam juga tidak, dikatakan sebagai anak yang rame juga tidak, terkadang dan kadang - kadang mungkin ini yang bisa mewakilinya..hehehe Anak ini hobi naik gunung, sudah berapa gunung di Jawa Timur telah ia daki termasuk Puncak tertinggi Para Dewa (Semeru). Dalam hubungan cintanya, dia ga jauh beda dengan Irma, selalu ribet. Terkadang Perasaannya melebihi logika, sehingga dalam mengambil keputusan, pertimbangannya selalu tak menuai hasil. (Bisa dikatakan sebagai Pria setia, tapi setia menunggu..wkwkwkwk) .
Winda, Nama kerennya Unyiil...:) "Kecil, Mungil, Lucu dan Imut2 kayak marmut..wkwkw :D" anak yang satu ini, Selalu setia dengan bundanya (Irma), sebenernya tak banyak yang bisa diceritakan tentangnya..wkkwkw :D Tapi baginya cinta itu memang INDAH, tapi akan LEBIH INDAH saat melihat 0rang yang kita cintai BAHAGIA...standart yaaa...hahahayy, tapi ada apa dengan cintanyaa..?? wkwkw :D 
Bustomy, seorang calon sarjana Thnik  Sipil dan Perencanaan yang agak kacau dalam perkuliahannya...wkwkwkw :D. Si kecil yang satu ini, terkadang sangat bijak tapi terkadang juga ngomongnya ngacoo..wkwkwk :D sangat ngefans dengan Om Iwan Fals, yang lekat dengan semboyan BONGKAR KEBIASAAN LAMA.! (semoga dia juga bisa membongkar kebiasaan lamanya yang sangat buruk..wkwkwkw :D)
SADDAM,............................................ABSTRACT........................................................ tak akan pernah cukup waktumu untuk menuliskan siapa dia dan jari - jari mungilmu tidak akan mampu bergerak untuk ngetik ato hanya sekedar nulis sesuatu tentangnya... wkwkwkkw :p

SAPTA PITULUNGAN ; Tak punya ambisi yang muluk2. Maksud kehidupan bukanlah untuk menang. Maksud kehidupan adalah bertumbuh dan berbagi. Ketika Anda mengingat-ingat apa yang telah anda perbuat dalam kehidupan ini, Anda akan lebih puas dari kesenangan yang Anda bawakan bagi orang lain dari pada saat-saat anda mengungguli mereka.



Kamis, 12 Juli 2012

Sumbangsih Si Orang Gila (Nietzsche, "Si Pembunuh Tuhan")

 Friedrich Nietzsche (1844-1900) “Si pembunuh Tuhan,”penulis dan filsuf besar Jerman yang mempengaruhi banyak penulis dan filsuf besar abad ke-20. Bukunya penuh dengan ide-ide provokatif dan dalam hal ini Nietzsche dianggap sebagai pakar dalam bentuk aforistik dan pemanfaatan kontradiksi. Namun banyak kalangan dan bahkan para filsuf sekalipun kesulitan dalam memahami tulisan-tulisannya. Friedrich Nietzsche lahir pada 15 Oktober 1844, di Röcken, Saxony, putra dari seorang Pastur Lutheran. Ayahnya meninggal pada tahun 1849 dalam keadaan gila. Nietzsche, Seorang individu tanpa negara dalam artian tak berkewarganegaraan hingga akhir hayatnya. Dan dapat dikatakan tak jauh berbeda dengan nasib ayahnya, Pada Januari 1889 Nietzsche mengalami kejatuhan mental di Turin Italia. Dia ditemukan di jalanan, menangis dan memeluk seekor kuda, dan kemudian Nietzsche akhirnya meninggal di Weimar pada 25 Agustus 1900, ia menghabiskan dekade terakhirnya dalam kegelapan mental.
Satu karya terbaik Nietzsche yang sedikit menjawab pertanyaan dan keresahan - keresahanku akhir - akhir ini adalah, "Sifat baik adalah sesuatu hal yang harus kita temukan dan merupakan kebutuhan kita dan pertahanan pribadi kita. Oleh karena itu ia bersifat subjektif. Ia juga menekankan bahwa yang tidak mendukung kehidupan kita adalah sesuatu hal yang sangat berbahaya".
Lebih jauh lagi, Nietzsche juga mengatakan bahwa sebuah bangsa akan turun derajat menjadi sama dengan anjing jika ia mengacaukan kewajibannya dengan yang menjadi kewajiban umum yang telah berdiri sebagai sebuah konsep. Nietzche juga menjelaskan bahwa yang menjadi penghancur manusia adalah ketika ia mengerjakan sesuatu tidak berdasarkan yang digemari dan disenanginya. Ia mengatakan bahwa hal inilah yang paling cepat dalam menghancurkan manusia, yakni ketika ia bekerja namun tidak diikuti dengan rasa senang, 
Bagi Nietzsche, penting bagi kita untuk menemukan mana yang bagi kita merupakan sifat baik dan itulah yang akan menjadi pijakan hidup kita ke depannya, yang akan membangun hidup kita ke depannya. Itu juga yang akan menjadi bahan penilaian orang-orang disekitar kita terhadap prinsip hidup yang kita ambil. Dalam hal ini, Nietzsche telah mengajarkan kita untuk berani bersikap berbeda meskipun itu tidak sesuai dengan kehendak pada umumnya.  Hanya dengan mengambil jalan hidup kita masing-masing dimana kita akan dengan senang menjalani hidup kita masing - masing dan menekankan pada dunia bahwa kita tidak layak untuk menjadi seorang pengikut hanya untuk sebuah tujuan yang bahkan kita tidak mengetahui maksudnya, maka hanya dengan hal inilah, dapat dipastikan bahwa kita tidak akan menjadi manusia yang dekaden, dan mengalami kemorosotan terus menerus. 
Mengenai hal ini, Apa jadinya jika kita kaitkan dengan persoalan bangsa kita. Dalam karangannya ini Nietsche menginginkan adanya sebuah kemandirian dalam suatu bangsa sehingga ia bisa menemukan sendiri mana yang menjadi kewajiban utamanya. Sebuah bangsa tidak harus selalu berjalan sesuai dengan yang diharapkan oleh bangsa-bangsa lainnya dengan kewajibannya. Sebuah bangsa harus mengenal dirinya sendiri dan dengan demikian ia akan menjadi bangsa yang maju dan tidak akan turun derajatnya seperti anjing karena ia bisa mandiri dalam menentukan serta melaksanakan kewajibannya.
Adakah kaitan antara Indonesia dengan hal tersebut? Tentu saja. Jika Indonesia mau belajar dari Nietsche, maka ia sebenarnya tidak perlu repot-repot untuk meniru bangsa-bangsa yang maju dalam kegiatan industrinya yang besar serta pertambangan maupun energi nuklirnya. Indonesia sebaliknya harus bisa menemukan sendiri potensi-potensi yang ada dalam dirinya dan menjadikan itu sebagai sebuah kewajiban yang harus dijalankan. Jika kita belum mampu dalam menambang, untuk apa kita memberikan kekayaan tambang kita untuk negara lain? Bukankah sudah jelas kebodohan kita dalam hal ini? Justru seharusnya pendidikan ditingkatkan untuk membantu Indonesia menggali potensi kekayaannya, bukan membiarkan kekayaan kita dikeruk habis-habisan.
Nietsche; Orang Gila yang mampu memberikan dunia sebuah pelajaran berharga, yakni untuk jujur dengan diri sendiri, karena hanya dengan itu, setiap individu akan menjadi maju tanpa harus mengalami kemerosotan.

Haruskah kita menjadi orang lain ? 
Haruskah kita menjadi bangsa lain ? 
Kalau seperti itu aku ingin dilahirkan sebagai orang terkaya didunia dan seganteng  Imran Abbas (Seorang Aktor asal pakistan) dan Memilih dilahirkan di San Marino Negara mungil yang luasnya hanya 24 mil persegi – terletak di gunung Titano sebelah utara Italia, dan  hanya mempunyai 29.000 penduduk. Salah satu negara tertua di Eropa dan telah berdiri sejak abad ke 4. Disana akan kubangun istana yg megah dengan bidadari - bidadari cantik didalamya dan mengembalikan waktu ke abad - abad terdahulu dan memimpin pasukan untuk menguasai dunia dengan menyingkirkan seluruh lawan - lawan politikku, seperti kaisar - kaisar Romawi, Yunani, Atena, Khilafah Islamiah, Dinasti  Shang asal China, dan lain-lain dibelahan bumi manapun. hahahayyy...Sepertinya bakal indah duniaku jika itu terjadi...wkwkwk "tapiii..akan kah aku tidak tergolong sebagai Si pembunuh Tuhan.???wkwkwkwk :D" 


BE YOUR SELF AND GIVE YOUR BEST

Rabu, 11 Juli 2012

"Cinta Yang Membebaskan"

Dalam blog ini, beberapa kali saya kerap menulis dan mengungkapkan kata Lelah. Akhir - akhir ini, aku memang sangat lelah, dan seakan - akan sedang berada dalam titik kejenuhan akut sehingga untuk berdiri saja, rasanya sudah sangat sulit. Dalam banyak hal, aku memang sudah mulai muak dengan kondisi disekelilingku, samapai - sampai aku mulai berpikir bahwa jika  suatu hari nanti , orang-orang di sekelilingku keras kepala dalam kebodohan, aku akan memutuskan untuk berhenti berpolitik dalam bentuk apapun. Karena akan sangat berbahaya bila orang-orang bodoh berada di dalam kekuasaan. 
Dan “Bila itu terjadi, aku ingin bekerja sebagai wartawan National Geography saja. Berkelana ke berbagai negeri, melihat peradaban-peradaban dunia yang pernah ada, mendengarkan musik yang tak pernah saya dengar di tanah air saya, dan bertemu dengan wanita-wanita cantik dan eksotik yang tak pernah terbayangkan di Indonesia”.
Namun, Akhir - akhir ini, ditengah kekalutan, keresahan, kegelisahan dan kelelahan yang sangat membosankan ini, aku kerap dihantui oleh perasaan cinta, yang seakan - akan sedang memacuku untuk bangkit dan terus bergelora. Berdampingan dengan persoalan tersebut, akupun mulai menyadari bahwa perasaan cinta pada seorang individu manusia bisa berkembang menjadi cinta pada kemanusiaan. “Inilah yang aku sebut sebagai cinta yang membebaskan, dan membiarkan rasa cinta itu berkembang melingkupi kebajikan hidup dalam lingkungan Kemanusiaan".  
Dan secara perlahan aku juga mulai menyadari bahwa aku membutuhkan orang lain diluar diriku, dan tak munafik, detik ini aku membutuhkan wanita cerdas yang mau mendukung apa yang aku perbuat dalam menjalani hidup ini. Dia yang tidak pernah mengeluh, memahami dan mudah dipahami, dan mampu menghasilkan zero problem ketika berkaitan dengan aktivitas ku. 
Tidak bermaksud egois atau seakan - akan memposisikan diri bahwa hanya aku yang memiliki persoalan, tapi kali ini, dengan berbagai macam persoalan dan yang paling membosankan sekalipun tak mampu menyingkirkan rasa ingin tahuku akan nilai - nilai kemanusiaan dan cinta yang membentuknya. 

APA YANG SEDANG KULAKUKAN ??? (Ketika Jenuh Terhadap Berbagai Macam Pertanyaan)

Yang kulakukan selama ini bagiku adalah satu bentuk jawaban atas kegelisahan seorang anak muda yang melihat negara dan lingkungan sekitarnya, tak terkecuali kampusnya sedang berada dalam belenggu kekuasaan yang tidak benar. 
Saat Semua orang tunduk dan bersikap oportunis. Aku masih disini, aku masi punya semangat dan tidak mau melacurkan diri pada kekuasaan. Namun persaingan yang terjadi membuatku jenuh dengan semuanya. Bukan ini yang kuharapkan, saat ini aku seakan terjebak dalam lumpur hitam dan tak bisa keluar lagi. Namun bagiku, mungkin dititik inilah idealisme  ku mulai diuji habis - habisan dan saat - saat seperti ini kurasakan staminaku menurun tapi pada sisi yang berbeda logika tetap berusaha terlihat kuat dan seakan - akan mampu memanfaatkan kesempatan untuk bangkit.
Satu ambisi besar yang masi kumiliki hari ini adalah, PERJUANGAN HARUS DIMULAI UNTUK MENGHANTAM KEDUNGUAN ditengah individu - individu yang memiliki hasrat dan libido untuk meraih jabatan bagai kawanan anjing yang tak pernah lelah mengunyah daging dari kantong - kantong sampah para pelacur intelektual.

AKU ADALAH SATU DARI JUTAAN ORANG YANG TERPENJARA DALAM SELIMUT KEBAHAGIAAN PALSU !!!

Jumat, 06 Juli 2012

FOKUS PADA SATU BINTANG (SIRIUS)



Bintang ini ; Terlihat sangat jelas, dekat dan sangat terang diujung selatan Kabupaten Malang Jawa Timur. Pulau Sempu, disanalah keindahan bintang ini terasa sangat mesra padaku. Bintang apa yang kumaksud, yang kumaksud adalah bintang ini; Sirius. Bintang ini adalah bintang paling terang di langit malam yang terletak di rasi Canis Major. Sirius dapat dilihat hampir di semua tempat di permukaan Bumi kecuali oleh orang-orang yang tinggal pada lintang di atas 73,284° utara. Saat terbaik untuk dapat melihat bintang ini adalah sekitar tanggal 1 Januari, dimana dia mencapai meridian pada tengah malam. Pada kondisi yang sesuai, Sirius dapat dilihat dengan mata telanjang saat Matahari masih berada di atas horison. Ketika berada di atas kepala, bintang ini dapat dilihat pada kondisi cuaca sangat bersih, aasalkan pengamat berada di tempat yang tinggi, dan posisi Matahari cukup rendah. ( Terlihat cerdas yaaa.. hahahayyy :D "Iformasi soal bintang ini, kutemukan di wabsite para pakar bintang" wkwkwk :D ). Bintang ini bagiku sangat serius, tak jauh beda dengan abjat yang membentuk kata tentangnya SIRIUS..hehehe 

Sunyi, Sepi dan Sendiri, namun saat ini aku bahagia. Semua karena aku berada ditengah dinginnya angin malam yang menusuk hingga gumpalan daging pada tubuhku, diantara suara gemericik ombak yang tak pernah berhenti, suara - suara sumbang mahkluk - mahkluk malam yang tak ku kenal bentuk dan wujudnya, Bulan yang terlihat begitu sempurna dan sangat cerah, hingga pasir - pasir pantaipun dapat meminjam cahayanya, serta jutaan bintang yang terlihat sangat indah diantara kegelapan malam. Semua ini membuatku sangat bahagia dan tak ingin semuanya berakhir begitu saja. Diantara kepenatan dan sumpeknya rutinitas keseharianku, aku tak ingin momen seperti ini berakhir. Aku ingin berada disini lebih lama lagi.
Melankolik, inilah yang kurasakan hari ini. Kupandangi jutaan bintang, dan kurasakan belaian angin yang begitu mesra, rasa - rasanya ingin sekali berkenalan dengan semua bintang - bintang itu, berbicara soal hidup dan segala scenario Tuhan, kemudian mengungkap segala rahasia - rahasia yang membuat manusia berdebat satu sama lain.

Masi bersama belaian angin yang terasa begitu romantis dan malam yang begitu tenang, Yang membuat ku terasa begitu dekat dengan duniaku yang dulu, dunia yang begitu berbeda dengan apa yang disebut orang - orang tentang dunia yang lepas dan bebas. Namun, malam ini aku tidak ingin menyia - nyiakan waktu ku untuk memikirkan tentang dua cerita yang dibuat terpisah oleh Tuhan, aku tak ingin memikirkan satu sisi cerita dimana aku menjadi tokoh utamanya atau satu sisi yang lain dimana semua orang menjadi tokoh utamanya, tapi saat ini sudah putuskan untuk membuat ke duanya menjadi biasa. Aku ingin damai dan mecari jawaban atas semua pertanyaan yang membuatku terkadang gelisah dan resah menghadapinya. 

Satu hal yang tak dapat kulupakan malam ini adalah soal senyuman. Senyuman sesosok mahkluk yang sepertinya diwakili oleh setiap bintang yang ada diatas sana. Kalau masih ada waktu, aku ingin menjawab semua pertanyaan, kegelisahan dan keresahan-keresahanku bersamanya. Dibawah jutaan bintang dan saat mata kami terfokus pada satu bintang yang paling terang. "FOKUS PADA SATU BINTANG (SIRIUS)". 

Selasa, 03 Juli 2012

WHAT THE HELL GOD.!!!



Kupikir setelah semua ini berakhir, aku telah lepas dan bebas dari segala hal yang melahirkan kelelahan. Ternyata tak mudah untuk berjalan dijalan seperti ini, segala tantangan dan pertanyaan - pertanyaan baru siap mengahampiri ketenangan otak. Hingga hampir tak ada sedikitpun waktu yang tersisa walau hanya untuk sekedar tenang dan tidak memikirkan segala hal yang sifatnya hampir sama. 
Dan akhirnya aku percaya bahwa akan terus lahir hal - hal baru yang perlu diperjuangakan. 1 TUNTAS, MAKA ADA SERIBU PERSOALAN LAGI YANG MENUNTUT  UNTUK DIPERJUANGKAN.!!! Dan saat ini, yang ku butuhkan adalah bagaimana aku bisa keluar dari semua ini ? Namun, Setiap aku terlelap dalam introspeksiku yang sunyi, lagi - lagi jawaban untuk keluar atau melarikan diri dari hal semacam ini, bukan jalan ku, bukan sikapku, dan itu bukan aku.! 
Aku sadar, ini pilihanku, dan aku sadar seberapa besar tantangan dan halangan yang siap menghadang keberadaanku. Inilah satu - satunya komitmen yang membuatku mampu bertahan hingga saat ini.
Tapi kali ini aku benar - benar lelah... Harus seperti apa aku.? 
Adakalanya orang memilih menghabiskan waktunya di diskotik, berkaraoke dengan sesekali -maaf- menyewa wanita penghibur. Atau adakalanya orang memilih untuk menyendiri di masjid raya, rukuk dan berdiri di keheningan malam, bersyukur dan meminta kepada Sang Mahakaya. Adakalanya juga seseorang pergi ke pinggiran kota untuk menikmati alam yang masih perawan dan belum tersentuh kemodernan. Atau ia memilih hanya sekedar duduk di serambi rumahnya dan menikmati kopi pahit.
Tapi aku, disini aku Semakin bingung ketika semua tak memberikan solusi terbaik... :( 
Kubaca beberapa kata - kata motivasi dari beberapa tokoh terkenal, Sebut saja perkataan-perkataan emas dari Bung Karno sang Proklamator, Dale Carnegie sang motivator andal Amerika, Mahatma Gandhi, sang pejuang India, Nabi Muhammad sang Nabi terakhir, Carlana Stone sang penyiar Hollywood, Al-Ghazali sang ilmuwan Muslim, Peter Drucker sang pakar Manajemen, Che Guevara sang revolusioner, Tan Malaka sang bapak bangsa Indonesia, Wiji Thukul sang penyair oposisi Orde Baru, atau perkataan emas siapa saja yang patut aku baca, semua saya baca. Tapi sampai saat ini, semuanya nihill... aku tak tahu aku butuh apa.. ?? 

WHAT THE HELL GOD.!!!