Kamis, 20 September 2012

Rea-Reo ; Mahkluk - Mahkluk Kecil dari Planet Lain



Keindahan ; Kata ini merangkum semua kejadian yang ada, menyatukan semua peristiwa pilu, bahagia, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan perasaan dan logika. Tak ada kristalisasi logika dalam perjalanannya, tak ada kebekuan perasaan dalam lika-liku sejarahnya. Dan semua itu adalah KEINDAHAN yang kami ciptakan dalam kebersamaan dan kesatun garak tanpa pamrih dan iming – iming kekuasaan ataupun posisi strategis untuk menang sendiri.

Segala peristiwa, kejadian dan sejarah yang terjadi telah membakar imajinasiku menuju suatu ruang anta branta yang tak terbatas, setiap malam – malam bersama kalian, aku pun mulai menangkap arti dari setiap bintang yang bertebaran diangkasa, yang dalam ilmu apapun, tak sedikiitpun pernah ku tahu jumlahnya. Aku pun mulai mengaitkan segalanya dengan konsep kemanusiaan yang mungkin jarang dipikirkan orang, tapi aku meyakini bahwa itu ada dan akan terus ada, dan saat ini kita semua adalah bagian dari pelaku sejarah itu.

Aku jadi ingat suatu scene dalam film Jurasic park, dimana Seekor T-rex memakan ibunya sesaat ia dilahirkan. Bagaimana bisa demikian? Anak membunuh bahkan memakan ibunya sendiri? Mungkin kita akan bilang hewan berbeda dengan manusia.

Dan saat itu juga secara tidak sadar dan tanpa upacara bendera, kita telah mendeklarasikan diri bahwa kita semua beda dengan Binatang atau hewan.  Mengapa demikian ?

Apakah karena akal budi? Saya kira bukan. Jika kita menengok sejarah filosofi, klaim "manusia adalah makhluk spesial karena akal budinya" adalah ungkapan paling narsis lagi congkak para filsuf sepanjang sejarah filosofi manusia. Why ? Karena bukan rahasia lagi bahwa, Dengan akal budi, manusia mengeruk alam, dan merusaknya. Dengan akal budi, manusia menjarah hewan-hewan, dan memunahkannya. Dengan akal budi, manusia menjajah manusia lainnya, seraya mengklaim: 'saya yang lebih berakal-budi'. Lalu apa yang membedakan kita dengan binatang/hewan? Bagi saya, Cinta. Karena cinta-lah yang membuat kita semua sebagai mahkluk yang bernama manusia menjadi unik. Cinta adalah memberi sesuatu yang tidak kita miliki, bahkan yang Tidak akan pernah kita miliki. Lantas apakah yang tidak kita punyai itu? Tidak lain adalah 'segalanya.' Cinta adalah memberikan ketidak-punyaan kita, dan untuknya kita memperoleh 'segalanya'.  Sama sperti kisah para Nabi, ia datang bukan untuk 'apa yang kita punya,' bukan pula karna 'berapa yang kita punya', juga bukan oleh karna 'siapa yang kita punya', Ia datang untuk 'yang tidak kita punya' yaitu kehampaan kita. Ia datang memberi 'segalanya', itulah cinta. Dan hal itulah yang menyatukan kita, mendorong kita untuk menyelesaikan segala sesuatunya dengan baik dan tepat sasaran serta sesuai dengan targetan yang kita harapkan.

Kenapa harus samapai kesana, aku juga tidak paham kenapa aku harus menerjemahkan ulang konsep kemanusiaan dan menghujat para filsuf. Hahahayyy.. jangan dipikirin, bisa jadi itu hanya imajinasi kosong-ku saat berpetualang didunia anta branta. Wkwkwk :D Tapi, ijinkan aku memberikan sedikit alasan okayyy… :D

Teman, Kawan, Sahabat, serta saudara – saudariku, (Klompok IB, KKN Gell-II, Desa Sidomulyo-Pacitan). Bersama kalian, aku memahami suatu hal besar, dan merasa sedang menjalani suatu proses kehidupan diplanet lain, yang belum pernah tersentuh oleh manusia lain kecuali kita, dan planet itu ku beri nama Sidomulyo. Di planet itu kita semua adalah suatu komunitas dimana anggotanya saling memberikan kehampaannya untuk diisi dengan 'segalanya', dan itu tidak lain adalah satu kata yang kita sebut Keluarga. Keluarga adalah komunitas cinta kasih. Keluarga melampaui seluruh 'ritual' kekeluargaan: makan malam bersama, Piknik bersama, susah senang bersama, bercanda kegirangan bersama dan bekerja bersama serta Evaluasi proses kehidupan bersama. Dan Juga melampaui klasifikasi sempit biologis dan antropologis, dimana keluarga tidak melulu harus diartikan sebagai urusan hubungan darah dan hubungan kekerabatan belaka. Tapi disini, kita membangun sebuah keluarga yang jauh dari rumah dan harus memulai proses perkenalan dari nol, untuk mengetahui segala seluk beluk keperibadian kita masing – masing. Dan kita pun berhasil, kita menciptakan komunitas keluarga yang tak akan pernah tergantikan, serta tak akan pernah terlupakan. 

Bagiku, keluarga adalah saat – saat evaluasi, Syahroni dan Abu Yamin berdebat kusir tak jelas, hingga semua ngakak tak henti – hentinya. Keluarga adalah saat semua mengeluh masi kenyang, ketika dari arah dapur suara Ibuk Asih berkata “Makan Sekarang Mass..” (hahahaha), Bagiku Keluarga adalah, saat Si Dull, Bersusah paya namun dengan senang hati, mengeringkan Almamater Abu Yamin ketika menjelang acara perpisahan dimulai, Keluarga adalah saat Febi dengan tegas mengatur seluruh keuangan rumah tangga, Keluarga adalah saat hati senang melihat Ndok dan Mas Rizky makannya Banyak, Keluarga adalah saat Anjar selalu sibuk membenahi rambut Opek yang selalu acak – acakan, dan Opek tidak Pernah Ikhlas rambutnya dibenahi, wkwkwk :D, Keluarga adalah saat Gerhana tertawa terbahak – bahak sambil berkata “Posseng Aku” dan membuat yang lain ikut ngakak, Keluarga adalah saat Nila, Lota, Anjar, Febi, Febri, kakak Fuji, Magda, dan Nindy menyusun jadwal untuk bantu – bantu Buk Asih mengurusi dapur. Keluarga adalah saat semua tertawa melihat cara bersin Febri yang aneh dan saat Ndok memanggil Febri dengan Sebutan Mbok’e Arek-arek, Cuman pada saat pengen di bikinin Kopi, Keluarga adalah saat semua berharap Satria, Mas Juned, Ipung, dan Jefri dapat menyelesaikan Proyek besar mereka dengan baik, Keluarga adalah Saat Tony meminta maaf diforum karena telah melakukan pembodohan lansia terbesar sepanjang sejarah peradaban manusia (wkwkwkwkw), Keluarga adalah saat Magda kesulitan mengarahkan lansia untuk ditimbang berat badannya dan Si Dull, Mifta, Crist, serta Tony tertawa terbahak – bahak saat seorang nenek menginjak Jarum meteran pengukur timbangan tanpa merasa bersalah, Keluarga adalah saat Yudistira merelakan Leptopnya untuk dibuat main Game oleh anak laki-laki sepanjang malam, Keluarga adalah saat Crist, Dedik, Ndok, Gerhana, Opek, Dull, mengajak semua anak – anak ngopi dan nonton TV di Warung Koboy, Keluarga adalah saat, Mifta tidak pernah bisa lepas sama BB kesayangannya dan yang lain tak pernah protes, keluarga adalah saat Jefri ngorok hingga beberapa anak - anak tak bisa tidur nyaman dan malah asik mengabadikan suara ngoroknya yang khas, keluarga adalah saat semua anak laki – laki berrebut kamar VIP untuk tidur dimalam hari, Keluarga adalah saat Simon yang kedinginan dimalam hari dan mas Juned Memberikannya selimut agar dapat melawan dinginnya malam, Keluarga adalah saat Dedik selalu berimajinasi tinggi dan berubah jadi professor segala jenis ilmu pengetahuan saat lagi fly/mengudara dialam lain dan semua tertawa seakan dunia hanya milik kita dan tetangga berada didunia lain, wkwkwkw :D, Keluarga adalah saat lota dengan senang hati membantu pekerjaan Mbak fuji dan pasukannya di kantor desa, keluarga adalah saat Simon dengan penuh kesabaran mengajari anak – anak SD binaannya, didalam kelas, diatas gunung, maupun di rumah Bapak dan Ibuk Tersayang, Keluarga adalah saat Novan Selaku Penggagas kamar VIP tak pernah marah  saat dirinya tak selalu beruntung untuk tidur disitu..wkwkkw :D, Keluarga adalah saat semua percaya kalau Ipunk bisa jadi MC yang baik, Keluarga adalah saat kita melepas kepergian Andre tanpa banyak protes karena misi khusus belum selesai, Keluarga adalah saat pagi maupun sore hari kita selalu rebutan kamar mandi, karena takut kehabisan air, Keluarga adalah kita yang tidak pernah mengelu saat tak ada pembinaan dari dosen pendamping, keluarga adalah saat kita semua yakin bisa menyelesaikan misi khusus dari kerajaan yang egois, Keluarga adalah saat Rizal memainkan gitarnya dengan lantunan nada – nada yang indah dan membuat semua terharu sedih, serta membentuk perasaan yang tak karuan, keluarga adalah saat kita semua menyatu dengan baik bersama masyarakat sekitar dengan semboyan MELEBUR/MEMBAUR, Keluarga adalah saat kalian semua tak pernah henti menciptakan kejadian – kejadian lucu yang selalu jadi bahan untuk tertawa, Keluarga adalah saat semua menyadari bahwa Kelompok ini harus dipertahankan, Keluarga adalah saat Bapak dan Ibu memberikan pesan – pesan terakhirnya dan semua terharu dan aku bertanya pada diri sendiri, “Segitu Dicintainya kah kita ?”, Keluarga adalah saat semua tak dapat menahan sedih, walau sesekali diselimuti tawa, ketika detik – detik terakhir perpisahan dengan Bapak-Ibuk, dan Planet Sidomulyo. Keluarga adalah saat kita semua saling menjaga satu sama lain, salah satunya dengan kata yang selalu kita ulang bersama, yaitu jagalah Kesehatan, dan Keluarga adalah saat  aku bangun agak kesiangan hingga ternyata aku lupa bilang: Selamat Pagi, dan saat aku sibuk aku lupa bilang selamat Siang pada kalian, Maaf kan aku My Small Fam L “Love U all”.

Tak semua dapat kuurai satu persatu, segala peristiwa yang terjadi terlalu panjang untuk diceritakan dan terlalu sederhana untuk disederhanakan, hingga tiba pada satu titik, dimana aku tak mampu berkata apa – apa, yang ada dikepalaku cuman keharuan tingkat dewa, yang tak satu setanpun mampu membahasakannya. Bagiku, kalian semua adalah mahkluk kecil dari pelanet lain yang ditakdirkan bertemu di Planet yang bernama Sidomulyo. Kalian semua adalah Mahkluk Kecil yang diutus untuk menyelesaikan misi khusus dari kerajaan Egois, kalian berangkat dengan senyuman, menyelesaikan tugas – tugas besar dengan tawa dan konsistensi, serta beristirahat secukupnya tanpa banyak keluhan.  

Febri, Anjar, Satrio, Handika/Ndok, M.Junaidi/Juned, M.Taufik/opek, Nila, Ipung, Syahroni, Abu Yamin, Yanuar Abdullah/Si’Dull, Miftah, Lota, Jefri, Gerhana/Gerger, Tony, Fuji, Yudistira, Rizal, Anjar, Rizky, Cristopher, Magdalena, Febri, Dedik, Andrean, Simon, Nindy. Selamanya nama kalian akan kupahat dalam benakku, dan berdoalah agar waktu tak membuktikan akan ada perpecahan diantara kita. Apapun kontradiksinya, selesaikan dengan baik – baik, kita semua adalah mahkluk – mahkluk kecil yang tak menyangka akan bersama dan telah membuktikan bahwa kita semua mampu berdiri sendiri dan membangun kerajaan yang sukses dan sejahtera bersama – sama pula. Buat Buk Asih dan Pak Waji, kami akan selalu mendoakan yang terbaik bagi Bapak dan Ibuk serta ade kecil yang ada disana. Dan bagi masyarakat Sidomulyo tanpa terkecuali, terimakasih atas segalanya.

Tamu yang baik adalah Tamu yang cepat – cepat pergi setelah berpamitan, Karena masih banyak tugas lain yang menunggu untuk di selesaikan. (H.Winarko/Kades Desa Sidomulyo)

5 komentar:

  1. aku suka gayamu dam :) jempol 10 hahahah

    BalasHapus
  2. Kalau diingat-ingat lg, Benar-benar merubah perspektif, Dam. Hahaha

    BalasHapus
  3. yeahhh kisahh yang tak mungkin terlupakan :D keluarga kecil KKN gel 2 1b

    BalasHapus
  4. setidaknya ada cerita dan kenangan yang istimewa dalam benak tiap-tiap individu. like this 4U

    BalasHapus
  5. thks for u all ...
    You are my everything and You are my Inspirations.. hahah :D

    BalasHapus