Keindahan ; Kata ini merangkum
semua kejadian yang ada, menyatukan semua peristiwa pilu, bahagia, dan segala
sesuatu yang berhubungan dengan perasaan dan logika. Tak ada kristalisasi
logika dalam perjalanannya, tak ada kebekuan perasaan dalam lika-liku
sejarahnya. Dan semua itu adalah KEINDAHAN yang kami ciptakan dalam kebersamaan
dan kesatun garak tanpa pamrih dan iming – iming kekuasaan ataupun posisi
strategis untuk menang sendiri.
Segala peristiwa, kejadian dan
sejarah yang terjadi telah membakar imajinasiku menuju suatu ruang anta branta
yang tak terbatas, setiap malam – malam bersama kalian, aku pun mulai menangkap
arti dari setiap bintang yang bertebaran diangkasa, yang dalam ilmu apapun, tak
sedikiitpun pernah ku tahu jumlahnya. Aku pun mulai mengaitkan segalanya dengan
konsep kemanusiaan yang mungkin jarang dipikirkan orang, tapi aku meyakini
bahwa itu ada dan akan terus ada, dan saat ini kita semua adalah bagian dari
pelaku sejarah itu.
Aku jadi ingat suatu scene dalam
film Jurasic park, dimana Seekor T-rex memakan ibunya sesaat ia dilahirkan.
Bagaimana bisa demikian? Anak membunuh bahkan memakan ibunya sendiri? Mungkin kita
akan bilang hewan berbeda dengan manusia.
Dan saat itu juga secara tidak
sadar dan tanpa upacara bendera, kita telah mendeklarasikan diri bahwa kita
semua beda dengan Binatang atau hewan.
Mengapa demikian ?
Apakah karena akal budi? Saya
kira bukan. Jika kita menengok sejarah filosofi, klaim "manusia adalah
makhluk spesial karena akal budinya" adalah ungkapan paling narsis lagi
congkak para filsuf sepanjang sejarah filosofi manusia. Why ? Karena bukan
rahasia lagi bahwa, Dengan akal budi, manusia mengeruk alam, dan merusaknya.
Dengan akal budi, manusia menjarah hewan-hewan, dan memunahkannya. Dengan akal
budi, manusia menjajah manusia lainnya, seraya mengklaim: 'saya yang lebih
berakal-budi'. Lalu apa yang membedakan kita dengan binatang/hewan? Bagi saya, Cinta.
Karena cinta-lah yang membuat kita semua sebagai mahkluk yang bernama manusia
menjadi unik. Cinta adalah memberi sesuatu yang tidak kita miliki, bahkan yang
Tidak akan pernah kita miliki. Lantas apakah yang tidak kita punyai itu? Tidak
lain adalah 'segalanya.' Cinta adalah memberikan ketidak-punyaan kita, dan
untuknya kita memperoleh 'segalanya'.
Sama sperti kisah para Nabi, ia datang bukan untuk 'apa yang kita
punya,' bukan pula karna 'berapa yang kita punya', juga bukan oleh karna 'siapa
yang kita punya', Ia datang untuk 'yang tidak kita punya' yaitu kehampaan kita.
Ia datang memberi 'segalanya', itulah cinta. Dan hal itulah yang menyatukan
kita, mendorong kita untuk menyelesaikan segala sesuatunya dengan baik dan
tepat sasaran serta sesuai dengan targetan yang kita harapkan.
Kenapa harus samapai kesana, aku
juga tidak paham kenapa aku harus menerjemahkan ulang konsep kemanusiaan dan
menghujat para filsuf. Hahahayyy.. jangan dipikirin, bisa jadi itu hanya
imajinasi kosong-ku saat berpetualang didunia anta branta. Wkwkwk :D Tapi,
ijinkan aku memberikan sedikit alasan okayyy… :D
Teman, Kawan, Sahabat, serta
saudara – saudariku, (Klompok IB, KKN Gell-II, Desa Sidomulyo-Pacitan). Bersama
kalian, aku memahami suatu hal besar, dan merasa sedang menjalani suatu proses
kehidupan diplanet lain, yang belum pernah tersentuh oleh manusia lain kecuali
kita, dan planet itu ku beri nama Sidomulyo. Di planet itu kita semua adalah suatu
komunitas dimana anggotanya saling memberikan kehampaannya untuk diisi dengan
'segalanya', dan itu tidak lain adalah satu kata yang kita sebut Keluarga.
Keluarga adalah komunitas cinta kasih. Keluarga melampaui seluruh 'ritual'
kekeluargaan: makan malam bersama, Piknik bersama, susah senang bersama,
bercanda kegirangan bersama dan bekerja bersama serta Evaluasi proses kehidupan
bersama. Dan Juga melampaui klasifikasi sempit biologis dan antropologis,
dimana keluarga tidak melulu harus diartikan sebagai urusan hubungan darah dan
hubungan kekerabatan belaka. Tapi disini, kita membangun sebuah keluarga yang
jauh dari rumah dan harus memulai proses perkenalan dari nol, untuk mengetahui
segala seluk beluk keperibadian kita masing – masing. Dan kita pun berhasil,
kita menciptakan komunitas keluarga yang tak akan pernah tergantikan, serta tak
akan pernah terlupakan.
Bagiku, keluarga adalah saat –
saat evaluasi, Syahroni dan Abu Yamin berdebat kusir tak jelas, hingga semua
ngakak tak henti – hentinya. Keluarga adalah saat semua mengeluh masi kenyang,
ketika dari arah dapur suara Ibuk Asih berkata “Makan Sekarang Mass..”
(hahahaha), Bagiku Keluarga adalah, saat Si Dull, Bersusah paya namun dengan
senang hati, mengeringkan Almamater Abu Yamin ketika menjelang acara perpisahan
dimulai, Keluarga adalah saat Febi dengan tegas mengatur seluruh keuangan rumah
tangga, Keluarga adalah saat hati senang melihat Ndok dan Mas Rizky makannya
Banyak, Keluarga adalah saat Anjar selalu sibuk membenahi rambut Opek yang
selalu acak – acakan, dan Opek tidak Pernah Ikhlas rambutnya dibenahi, wkwkwk
:D, Keluarga adalah saat Gerhana tertawa terbahak – bahak sambil berkata
“Posseng Aku” dan membuat yang lain ikut ngakak, Keluarga adalah saat Nila,
Lota, Anjar, Febi, Febri, kakak Fuji, Magda, dan Nindy menyusun jadwal untuk
bantu – bantu Buk Asih mengurusi dapur. Keluarga adalah saat semua tertawa
melihat cara bersin Febri yang aneh dan saat Ndok memanggil Febri dengan
Sebutan Mbok’e Arek-arek, Cuman pada saat pengen di bikinin Kopi, Keluarga
adalah saat semua berharap Satria, Mas Juned, Ipung, dan Jefri dapat menyelesaikan
Proyek besar mereka dengan baik, Keluarga adalah Saat Tony meminta maaf diforum
karena telah melakukan pembodohan lansia terbesar sepanjang sejarah peradaban
manusia (wkwkwkwkw), Keluarga adalah saat Magda kesulitan mengarahkan lansia
untuk ditimbang berat badannya dan Si Dull, Mifta, Crist, serta Tony tertawa
terbahak – bahak saat seorang nenek menginjak Jarum meteran pengukur timbangan
tanpa merasa bersalah, Keluarga adalah saat Yudistira merelakan Leptopnya untuk
dibuat main Game oleh anak laki-laki sepanjang malam, Keluarga adalah saat
Crist, Dedik, Ndok, Gerhana, Opek, Dull, mengajak semua anak – anak ngopi dan
nonton TV di Warung Koboy, Keluarga adalah saat, Mifta tidak pernah bisa lepas
sama BB kesayangannya dan yang lain tak pernah protes, keluarga adalah saat
Jefri ngorok hingga beberapa anak - anak tak bisa tidur nyaman dan malah asik
mengabadikan suara ngoroknya yang khas, keluarga adalah saat semua anak laki –
laki berrebut kamar VIP untuk tidur dimalam hari, Keluarga adalah saat Simon
yang kedinginan dimalam hari dan mas Juned Memberikannya selimut agar dapat
melawan dinginnya malam, Keluarga adalah saat Dedik selalu berimajinasi tinggi
dan berubah jadi professor segala jenis ilmu pengetahuan saat lagi
fly/mengudara dialam lain dan semua tertawa seakan dunia hanya milik kita dan
tetangga berada didunia lain, wkwkwkw :D, Keluarga adalah saat lota dengan
senang hati membantu pekerjaan Mbak fuji dan pasukannya di kantor desa,
keluarga adalah saat Simon dengan penuh kesabaran mengajari anak – anak SD
binaannya, didalam kelas, diatas gunung, maupun di rumah Bapak dan Ibuk
Tersayang, Keluarga adalah saat Novan Selaku Penggagas kamar VIP tak pernah
marah saat dirinya tak selalu beruntung
untuk tidur disitu..wkwkkw :D, Keluarga adalah saat semua percaya kalau Ipunk
bisa jadi MC yang baik, Keluarga adalah saat kita melepas kepergian Andre tanpa
banyak protes karena misi khusus belum selesai, Keluarga adalah saat pagi
maupun sore hari kita selalu rebutan kamar mandi, karena takut kehabisan air, Keluarga
adalah kita yang tidak pernah mengelu saat tak ada pembinaan dari dosen
pendamping, keluarga adalah saat kita semua yakin bisa menyelesaikan misi
khusus dari kerajaan yang egois, Keluarga adalah saat Rizal memainkan gitarnya
dengan lantunan nada – nada yang indah dan membuat semua terharu sedih, serta
membentuk perasaan yang tak karuan, keluarga adalah saat kita semua menyatu
dengan baik bersama masyarakat sekitar dengan semboyan MELEBUR/MEMBAUR,
Keluarga adalah saat kalian semua tak pernah henti menciptakan kejadian –
kejadian lucu yang selalu jadi bahan untuk tertawa, Keluarga adalah saat semua
menyadari bahwa Kelompok ini harus dipertahankan, Keluarga adalah saat Bapak
dan Ibu memberikan pesan – pesan terakhirnya dan semua terharu dan aku bertanya
pada diri sendiri, “Segitu Dicintainya kah kita ?”, Keluarga adalah saat semua
tak dapat menahan sedih, walau sesekali diselimuti tawa, ketika detik – detik terakhir
perpisahan dengan Bapak-Ibuk, dan Planet Sidomulyo. Keluarga adalah saat kita
semua saling menjaga satu sama lain, salah satunya dengan kata yang selalu kita
ulang bersama, yaitu jagalah Kesehatan, dan Keluarga adalah saat aku bangun agak kesiangan hingga ternyata aku
lupa bilang: Selamat Pagi, dan saat aku sibuk aku lupa bilang selamat Siang
pada kalian, Maaf kan aku My Small Fam L
“Love U all”.
Tak semua dapat kuurai satu
persatu, segala peristiwa yang terjadi terlalu panjang untuk diceritakan dan
terlalu sederhana untuk disederhanakan, hingga tiba pada satu titik, dimana aku
tak mampu berkata apa – apa, yang ada dikepalaku cuman keharuan tingkat dewa,
yang tak satu setanpun mampu membahasakannya. Bagiku, kalian semua adalah
mahkluk kecil dari pelanet lain yang ditakdirkan bertemu di Planet yang bernama
Sidomulyo. Kalian semua adalah Mahkluk Kecil yang diutus untuk menyelesaikan
misi khusus dari kerajaan Egois, kalian berangkat dengan senyuman,
menyelesaikan tugas – tugas besar dengan tawa dan konsistensi, serta
beristirahat secukupnya tanpa banyak keluhan.
Febri, Anjar, Satrio,
Handika/Ndok, M.Junaidi/Juned, M.Taufik/opek, Nila, Ipung, Syahroni, Abu Yamin,
Yanuar Abdullah/Si’Dull, Miftah, Lota, Jefri, Gerhana/Gerger, Tony, Fuji,
Yudistira, Rizal, Anjar, Rizky, Cristopher, Magdalena, Febri, Dedik, Andrean,
Simon, Nindy. Selamanya nama kalian akan kupahat dalam benakku, dan berdoalah
agar waktu tak membuktikan akan ada perpecahan diantara kita. Apapun
kontradiksinya, selesaikan dengan baik – baik, kita semua adalah mahkluk –
mahkluk kecil yang tak menyangka akan bersama dan telah membuktikan bahwa kita
semua mampu berdiri sendiri dan membangun kerajaan yang sukses dan sejahtera
bersama – sama pula. Buat Buk Asih dan Pak Waji, kami akan selalu mendoakan
yang terbaik bagi Bapak dan Ibuk serta ade kecil yang ada disana. Dan bagi
masyarakat Sidomulyo tanpa terkecuali, terimakasih atas segalanya.
Tamu yang baik adalah
Tamu yang cepat – cepat pergi setelah berpamitan, Karena masih banyak tugas
lain yang menunggu untuk di selesaikan. (H.Winarko/Kades Desa Sidomulyo)

aku suka gayamu dam :) jempol 10 hahahah
BalasHapusKalau diingat-ingat lg, Benar-benar merubah perspektif, Dam. Hahaha
BalasHapusyeahhh kisahh yang tak mungkin terlupakan :D keluarga kecil KKN gel 2 1b
BalasHapussetidaknya ada cerita dan kenangan yang istimewa dalam benak tiap-tiap individu. like this 4U
BalasHapusthks for u all ...
BalasHapusYou are my everything and You are my Inspirations.. hahah :D