Kamis, 17 Mei 2012

Tuhan : Jika Kukatakan Kau Yang Terbaik, Itu Adalah Dosa Terbesar !!!

Tanpa Arah, Menyusuri malam dibawa hiruk pikuk kemegahan lampu - lampu perkotaan, ku sadari bahwa memang tak ada yang begitu muda untuk dapat kita hitam putihkan. Semua arah menentukan jarumnya, semua suara menentukan kehendaknya, semua jarak menentukan konsistensinya dan Semuanya berbeda, namun pada satu titik semuanya berasal dari ketiadaan, Hingga Kesendirian pun tak mengenal dirinya.
Sebuah keadaan akan selalu melahirkan pertanyaan, pertanyaan akan selalu menjadi jawaban dan jawabanpun akan selalu melahirkan pertanyaan. Siklus ini tidak akan pernah berakhir kecuali bagi jiwa - jiwa yang mati. Materi akan selalu berkembang, dan keadaan akan selalu membutuhkan pertanyaan beserta jawaban untuk menguak eksitensi sebuah Makna.
Apa yang dibicarakan, apakah kalian sadar bahwa saya sedang bingung ? dan taukah kalian, bahwa saya tak tahu apa yang sedang saya bicarakan ? "Ini bukan Ke-Gallauan atau sebuah Dillema. Ini semua adalah soal arah yang tak ku miliki, ini semua tentang tujuan yang tak tergambar dalam tempurung kepalaku, dan semua ini adalah kegelisahan. 
Yang kupahami, Dunia ibarat sebilah Pisau dan Setangkai Bunga Mawar. Pisau dengan ketajaman dan kekerasannya, kemudian Bunga Mawar dengan keindahan dan kelembutannya. Semua insan menginginkan keindahan dan kelembutan mawar, namun terkadang diluar kesadaran mereka, keinginan tersebut dibangun diatas kekerasan dan ketajaman sebilah pisau. Bagiku inilah kehidupan, konfliktual dan tidak akan lepas dari dua kontrakdiksi abadi, yaitu antara kebaikan dan keburukan. Dan sebagai manusia, kita berada ditengah - tengah, kita adalah mahkluk kemungkinan, "Bisa lebih baik dari pada malaikat, bisa juga sebaliknya. Lebih buruk dari pada iblis". 
Diatas adalah kesimpulanku soal Dunia, dan Kalau bisa berontak, Aku ingin berontak pada Tuhan atas dasar pernyataan yang kupahami tentang Dunia, yaitu soal kebaikan dan keburukan. "Kenapa cuman ada dua pilihan ?, Aku merasa sempit. Bisahkah kau menciptakan pilihan - pilihan lain ? dan Jika baik dan buruk itu adalah ciptaanmu, Kau ada dimana, seperti apa posisimu dan haruskah kukatakan kau Baik ?" Bagiku, tak ada bahasa yang pantas mendeskripsikan wujudmu, sekalipun itu soal kebaikan maupun keburukan. Walaupun kukatakan kau adalah yang terbaik, bisa jadi itu adalah dosa terbesar bagiku. Idiot Mana yang coba mendefinisikan Tuhan? "Mendefinisikanmu adalah dosa terbesar, Itu yang ku yakini hari ini".
Tuhaann... Semua orang bisa mengatakan bahwa hari ini aku Tanpa arah, aku tak punya tujuan dan bahkan tersesat. Tapi aku yakin bahwa kau adalah ketiadaan yang melahirkan semua yang ada. Aku tak dapat mencapaimu. Kucari kau dengan jalan lain dan tidak dengan cara kebanyakan orang, karena ku yakin bahwa jika terdapat sebuah penciptaan maka ada pencipta, dan kemanapun serta bagaimanpun cara yang ku gunakan, aku yakin semuanya akan kembali pada titik awal penciptaannya. "Semua ini adalah soal cara dan bagaimana kita mengenal serta memahaminya". Tanpa arah katamu ? "Sepertinya Tidak Kawan !!"


Tidak ada komentar:

Posting Komentar