Sabtu, 03 Maret 2012

Idiot Mana Yang Coba Definisikan Moral

Tidak sedikit Pihak yang berbicara soal Moral, baik dari tokoh - tokoh Agama, Pemerintah hingga Pelacur sekalipun selalu berbicara soal moral. 
Dalam situasi seperti ini, secara otomatis para tokoh - tokoh Agama maupun mereka - mereka yang mengaku beradab, bermartabat dan tentunya memiliki moral yang baik selalu men-justifikasi bahwa para pelacur dan orang - orang yang melakukan hal - hal yang tidak biasa dan itu bersifat negatif yang kemudian keluar dari kebiasaan budaya dan kepercayaan mayoritas, mereka semua dianggap sebagai orang - orang yang tidak bermoral. Namun disisi lain para pelacur dan yang tergolong sebagai orang - orang dipojokkan mayoritas orang tersebut, juga tidak sedikit diantara mereka yang berargument bahwa mereka hanyalah korban dari para manusia - manusia rakus dan serakah yang secara munafik berdiri dan berkoar - koar diatas mimbar - mimbar kepastian mereka dengan meraih kesucian ditengah sampah - sampah masyarakat yang mereka ciptakan sendiri dari hasil propaganda - propaganda busuk mereka. Yang kemudian  para pelacur tersebut dengan tegas mengatakan bahwa "Dengan Kondisi seperti ini, Siapa yang berhak mengatakan bahwa dia bermoral dan dia tidak bermoral ?!"
Secara pribadi, bagi saya ditengah realitas sosial seperti ini, tidak ada yang pantas mendefinisikan Moral. Saat ini semua berkoar atas dasar kepentingan pribadi dan golongan mereka semata, kemudian saling tuding satu sama lain dengan mengorbankan mayoritas masyarakat atas nama moral dan jati diri. Dan bagi saya pribadi, Gambaran ini adalah bukti nyata bahwa sampai hari ini orang - orang yang berteriak atas nama moral dengan menuding kelompok - kelompok lain tidak bermoral adalah "SAMPAH TAK BERMUTU.!!"

1 komentar: